Being Smart is not Enough

 

SIMG_4627ebagai mentor dari program young on top terkadang saya ikut melakukan campus roadshow dengan memberikan seminar yang relevan untuk anak-anak kampus. Salah satunya young on top campus road show yang kita lakukan di Kampus Atmajaya tgl 5 February 2015.

Berikut liputan dari salah satu tim saya yang hadir di acara Seminar.

Untuk detilnya bisa di buka di blog Pribadi langsung :

 

http://liapuspus.tumblr.com/post/111899278332/smart-is-not-enough-nowadays

 

 

Being Smart is Not Enough Nowadays

IP kamu berapa ?. Keren ya IP kamu perfect ! . Apa tujuan kamu selesai kuliah nanti ?. Pasti banyak yang ingin kerja di perusahaan besar, bergaji tinggi lalu dapat promosi jabatan. Ini kriteria hidup sukses yang banyak didambakan para mahasiswa zaman sekarang. Sukses memang kata yang relatif. Setiap orang punya definisi sukses masing-masing. Pernah tidak mendengar orang tua yang menasihati anaknya ‘’kalau kamu mau sukses kamu harus pintar’’ ?. Pintar memang penting tetapi tidak cukup.

Seminar ‘’Being Smart is Not Enough’’ yang diadakan pada 5 Februari 2015 menjawab pertanyaan saya tentang seberapa penting kepintaran kita berpengaruh dalam dunia kerja. Seminar ini diselenggarakan di ruang Multi Media Teknik 60 K2 Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya atas prakarsa Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Atma Jaya dan Young On Top. Topik seminar yang relevan dengan kehidupan mahasiswa berhasil menggaet sekitar 150 peserta seminar

atmajaya maya1

Di seminar yang saya sambangi kali ini ada dua pembicara hebat hadir yakni Jonathan C. Susanto, beliau masih berusia muda dan telah memegang mandat sebagai Head of Marcomm 910 Sportswear serta Maya Arvini, seorang profesional dengan pengalaman aral melintang yang telah bekerja di IBM dan Microsoft Indonesia. Karir Maya Arvini yang cemerlang tidak didapat secara instan, beliau telah menunjukkan kemampuannya dengan menjadi juara kelas sejak sekolah dasar hingga kuliah dan meraih beasiswa untuk program pendidikan magister. Tips sukses beliau telah tertuang dalam buku Career First. Mereka berbagi tips-tips sukses untuk menjadi seorang pengusaha muda maupun seorang profesional. Ada satu hal penting yang sama-sama mereka tekankan yakni menjadi seorang yang pintar itu tidak cukup. Pastinya ada banyak hal yang akan menghalangi kita untuk menuju puncak kesuksesan, begitu pun sebaliknya. Di tulisan kali ini saya akan memaparkan tips sukses dari Maya Arvini dalam menghadapi dunia kerja. Dunia kerja memang menjanjikan tetapi juga penuh tantangan entah itu berasal dari rekan sekantor atau pun orang luar.

1. Ingat Misi Sukses

Sukses bukan suatu tujuan namun sebuah perjalanan yang panjang. Kita tidak akan tahu kapan kita akan merasa sukses karena definisi sukses setiap orang pasti berbeda. Dalam perjalanan yang panjang itu, saat-saat melelahkan akan datang. Setiap manusia memang dilahirkan memiliki titik jenuh. Saat kamu berada di titik jenuh bukan berarti berhenti lalu mundur. Namun saat itulah, kamu mengingat kembali misi kamu terdahulu. Contohnya kamu ingin menjadi CEO terkemuka. Coba ingat-ingat lagi misi kamu dahulu kala. Mengapa kamu ingin jadi seorang CEO ?. CEO yang sukses itu seperti apa menurutmu ?.

2. Jujur terhadap diri sendiri

Jujur di sini maksudnya mengenai seberapa tahu kamu dengan diri kamu sendiri. Apa kelebihan kamu ?. Bagaimana dengan kekurangan kamu ?. Sebelum kamu belajar mengenal orang lain, lebih baik memahami diri sendiri. Terus mencoba untuk memperbaiki kekurangan diri baik dengan usaha sendiri maupun bantuan orang lain. Orang lain di sini dapat berarti seorang teman atau ‘’mentor’’ yang siap membimbing kamu apa adanya.

3. Memperbaiki kemampuan bersosialisasi

Saat kamu berada di dunia kerja, tentu kamu akan bekerja sama dengan orang lain dengan latar belakang yang beraneka ragam. Kemampuan berkomunikasi akan menjadi amat penting. Tidak semua hal dapat dijelaskan melalui tulisan atau laporan semata, pembicaraan sejenak akan menjelaskan semuanya. Diri kita dapat diumpakan layaknya sebuah barang. Barang baru tidak akan laris di pasaran jika tidak dipromosikan. Kemampuan ‘’menjual diri’’ dalam diri seseorang akan membuat dia terlihat berbeda.

4. Menjaga Sikap

Kepintaran seseorang akan terlihat tidak berguna jika dia tidak menjaga sikapnya. Dalam dunia kerja, sikap dapat meliputi cara menulis pesan di email, cara bersikap dengan orang lain di kantor, serta bagaimana kita berpakaian. Ada sebuah nasihat dari Maya Arviani yang berkesan di mata saya yaitu you have to be nice with everyone and never underestimate people. Nasihat yang terdengar umum namun terkadang kita lupa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus percaya setiap orang yang kita temui akan membantu dalam menemukan jalan sukses.

5. Bersyukur

Semua usaha telah dilakukan dan kini serahkan sisanya ke Tuhan. Manusia memang diberi ketidakpastian agar dia tetap berusaha. Ketika sebuah kepastian telah diketahui, maka tidak akan ada usaha mengejar kesuksesan karena dia telah tahu kapan dan di mana ia akan sukses. Apapun hasil dari kerja keras kita, cobalah untuk tetap bersyukur.

atmajaya maya 22

Wawancara seusai seminar oleh mahasiswa Atma Jaya

Sukses itu banyak macamnya, tips sukses pun banyak yang saya dapat dari seminar ini. Kelima tips yaitu mengingat misi sukses, jujur terhadap diri sendiri,memperbaiki kemampuan berkomunikasi, menjaga sikap dan bersyukur hanya segelintir tips sukses yang dapat saya ceritakan di tulisan kali ini. Apapun bentuk kesuksesan kita, jadikan kesuksesan kita tidak hanya untuk diri sendiri namun menjadi kebahagiaan dan inspirasi bagi orang lain.

Semoga Bermanfaat !

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: