Ini Cara untuk Berani Berkata “Tidak” kepada Atasan

by Agustin Cahyani

Dikutip dari thread kaskus.co.id: Ini Cara untuk Berani Berkata “Tidak” kepada Atasan

Hai Agan dan Sista!

Kembali lagi bareng ane, Maya Arvini. Buat yang pengen tahu siapa ane, agan bisa baca profil ane di link ini ya. Ane penulis dari buku “Career First” yang membahas seputar karir dan dunia kerja. Ane juga udah nulis beberapa thread seputar tips berkarir di dunia kerja. Mau tau apa aja yang udah ane tulis? Cek langsung di kaskuser account ane @mayaarvini, disitu agan dan sista bisa nemuin thread-thread yang udah pernah ane tulis.

Sebelum kita mulai ane mau perjelas aturan sharing dan diskusi di thread ane ini :
1. Ane baca dan reply thread setiap hari jam 8 – 9 malem kecuali hari sabtu & minggu.
2. Untuk yg mau nanya boleh banget tapi ane ga akan jawab pertanyaan yg bersifat komplen, ber aura negatif, bikin semua yg baca jadi bete.
3. Ane ga melayani pertanyaan konsultasi seputar produk Microsoft, IBM dan pertanyaan-pertanyaan seputar pribadi ane.
4. Ane hanya akan jawab agan yg nanya dengan sopan. Sopan adalah syarat wajib kita berdiskusi. Kalau thread ane atau jawaban ane ga memuaskan ga perlu di hina apalagi sampai kasar menghina pekerjaan ane atau numpang nampang di thread ane. Kita harus menghargai orang lain supaya orang lain menghargai kita.

Ini Cara untuk Berani Berkata “Tidak” kepada Atasan

Sumber: http://mscorp.blob.core.windows.net/mscorpmedia/2015/03/0303-640x339.png

Sumber: http://mscorp.blob.core.windows.net/mscorpmedia/2015/03/0303-640×339.png

Pernah gak agan mengalami situasi dimana agan diharuskan untuk melakukan tambahan pekerjaan oleh atasan agan ketika agan sendiri kerjaannya lagi penuh-penuhnya? Mau nolak tapi sungkan, nanti agan di anggap ga mampu, mau bilang iya nanti khawatir ga kepegang, bisa jadi masalah di kemudian hari. Memang untuk menghadapo situasi seperti ini kita perlu strategi khusus. Tujuannya apa, supaya atasan kita ga salah mengerti tentang kita. Yg namanya karir itu memang susah-susah gampang, in the end kita maunya dianggap mampu, dapat kesempatan di promosi dan naik gaji dengan baik.

Sebagai bagian dari meniti jenjang karir, kita perlu memiliki kemampun untuk berani berkata tidak kepada rekan kerja dan sebenarnya juga kepada atasan. Kenapa ? Berikut alasan-alasannya :

1. Melatih kemampuan diri kita sebagai pribadi yang tegas.
Menjadi orang yang tegas adalah suatu keharusan jika agan ingin karir yang gemilang. Gak ada atasan yang mau mempromosikan orang plin plan, agan harus tegas dalam mengambil keputusan. Kalau memang punya alasan kuat untuk berkata “tidak” dan sebaliknya, sebaiknya disampaikan. Tentu saja dengan alasan yg logis, dapat diterima dan sopan. Jangan sampai berkata “Ya” hanya karena sungkan, jawab iya tapi ujung-ujungnya kerjaan jadi kacau.

Sumber: http://andycore.com/wp-content/uploads/2013/04/Decision_Making.jpg

Sumber: http://andycore.com/wp-content/uploads/2013/04/Decision_Making.jpg

2. Menunjukkan kemampuan kita sebagai seorang pemimpin
Kemampuan berkata tidak adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Berawal dari melatih diri kita sebagai Pribadi yg tegas, dalam jangka panjang, kemampuan ini dibutuhkan ketika kita ingin menjadi seorang pemimpin. Tentu saja ketika berkata “ya” atau “tidak”, harus disertai dengan alasan yg tepat. Jika kita ingin menjadi pemimpin, harus bisa menjadi role model atau contoh yg baik sehingga nanti tim kita akan respek kepada kita karena tegas, punya opini dan memiliki kemampuan sebagai seorang pemimpin.

“The art of leadership is saying no, not yes. It is very easy to say yes.”― Tony Blair, British Politician

3. Menunjukkan karakter yg kuat sehingga rekan kerja akan lebih menghargai kita
Gimana perasaan agan jika kerja bareng orang yang plin-plan? Kerja dengan orang yg plin-plan tidak menyenangkan, karena pendapat bisa berubah-ubah. Dan sebaliknya jika kita memiliki karakter yg kuat, biasanya akan lebih disukai dan dihargai orang-orang. Memang ketika berhadapan dengan orang lain dengan karakter kuat juga bisa terjadi bentrokan, karena itu karakter yg kuat ini harus diasah sehingga bisa tepat penggunaanya. Secara umum orang akan menghargai orang-orang dengan karakter kuat ketimbang plin-plan.

4. Dalam bekerja tidak perlu selalu menyenangkan hati org lain dg berkata “Ya”
Kemauan orang sudah pasti akan berbeda-beda, jadi udah pasti kita ga akan bisa menyenangkan semua orang. Dengan memiliki kemampuan berkata “tidak”, kita bisa fokus memutuskan mana yang terbaik untuk dilakukan sehingga pekerjaan yang diberikan ke kita dapat kita kerjakan dengan lebih maksimal. Yakin deh, kalau nyoba nurutin maunya semua orang, kerjaan gak akan beres-beres.

“There’s something very addictive about people pleasing. It’s a thought pattern and a habit that feels really, really good until it becomes desperate.” – Anne Hathaway, Actress

Bagi beberapa orang, menolak suatu permintaan itu rasanya kayak berat banget. Beberapa alasan biasanya karena ga enakan, takut kecewain orang dan takut dimusuhin. Pernah ga sih dengar istilah “Yes Man”? Istilah tersebut adalah sebutan untuk mereka yang selalu mengiyakan ketika diminta untuk melakukan sesuatu tanpa mikir kemampuan diri mereka sendiri. “Yes Man” ini merupakan sasaran empuk buat dimanfaatkan oleh orang-orang sekitarnya. Gak mau dong jadi “Yes Man”, entar capek sendiri, ga ada untungnya.
Berikut ini, ane akan bantu Kasih tips untuk melatih diri kita berkata “tidak”, khususnya pada atasan:

1. Berani berkata tidak mulai dari diri sendiri, keluarga, teman dan kolega
Kita bisa melatih diri kita mulai dari diri sendiri. Misalnya dengan memiliki opini yg kuat terhadap sesuatu hal. Suka atau tidak suka, memiliki preferensi terhadap sesuatu dan lain sebagainya. Jangan dibiasakan untuk tidak punya opini. Mulai dari urusan diri sendiri, misalnya memutuskan hal-hal kecil tentang pakaian, sepatu, hobi, urusan keluarga ataupun pertemanan. Jangan memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yg tidak kita sukai. Setelahnya bisa diasah dengan urusan pekerjaan dengan kolega atau rekan kerja. Rekan kerja adalah orang yg bekerja dengan kita dengan level sejajar, sehingga jika kita ingin membantu atau bahkan menolak tidak sesulit dg atasan kita. Dengan berani berkata tidak terhadap rekan kerja, tentunya dengan sopan, kita akan merasa lega dan bisa focus pada pekerjaan kita sendiri.

2. Berani berkata tidak pada hal-hal yg diluar kebiasaan
Hal-hal diluar kebiasaan itu misalnya agan diminta untuk ikut patungan kado ultah untuk rekan kerja padahal agan gak terlalu kenal sama orangnya atau kebetulan agan lagi ga punya duit. Agan tidak perlu merasa takut ketika menolak permintaan tersebut. Rekan kerja agan ga akan serta merta menjauhi agan cuma gara-gara agan ga mau ikut patungan. Just be your selves, jangan maksain untuk melakukan hal-hal yg kita ga ingin lakukan. Dan sebaliknya untuk hal-hal yg simple misalnya pilih tempat makan, atau jenis makanan untuk makan siang bareng, atau patungan beli cemilan untuk dikantor, kita bisa lebih fleksibel karena urusan sepele ga ada hubungan dengan pekerjaan.

3. Melatih diri mulai dari pekerjaan sehari-hari
Seperti menabung, “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”. Kalau agan bukan orang yang biasa menolak suatu ajakan, latih diri agan dari pekerjaan sehari-hari. Misalnya agan diajak untuk nemenin belanja rekan kerja agan ketika agan sedang banyak kerjaan. Pertama, selalu pikirkan apa akibatnya bila agan mau aja ikut ajakan tersebut, yaitu kerjaan agan gak akan beres dalam waktu cepat padahal tenggat waktu sudah dekat. Kedua, pikirkan kalimat penolakan yang sekiranya tidak akan menyinggung perasaan rekan kerja yang agan tolak ajakannya. Walaupun maksud hati ingin belanja, tapi kita harus tahu prioritas kita yaitu menyelesaikan pekerjaan.

Berikutnya kita bisa melatih diri kita dengan mulai latihan menolak jika ada indikasi sepertinya rekan kerja kita mulai memanfaatkan kita untuk menyelesaikan kerjaan yang seharusnya dia kerjakan. Biasanya kasus kayak gini terjadi kalau agan baru mulai kerja atau masih junior. Kalau dilhat agan masih junior, rajin, pekerja keras. Kalau sampai ini terjadi, agan diminta untuk melakukan kerjaannya rekan kerja agan, agan harus mulai tanyakan ini ke diri agan kenapa agan harus mengerjakan hal tersebut, apakah ini merupakan bagian pekerjaan agan atau bukan. Nah, kalau sama sekali engga ada hubungannya sama pekerjaan agan, agan berhak untuk menolak. Jangan takut supaya kedepannya rekan kerja tadi tidak terus-terusan mengambil keuntungan dari agan. Jangan lupa latihan untuk menolak dengan sopan. Misalnya bisa disampaikan :”Maaf sepertinya bagian ini sebaiknya kamu yg kerjaan karena ini bagian dari pekerjaan kamu, tapi kalau memang saya bisa membantu saya dengan senang hati akan membantu sebisa saya.” Gimana, enak kan kedengarannya ?

Sumber: http://images.forbes.com/media/2010/05/25/0525_say-no-at-work-prioritize_485x340.jpg

Sumber: http://images.forbes.com/media/2010/05/25/0525_say-no-at-work-prioritize_485x340.jpg

4. Belajar untuk memahami karakter atasan kita
Menolak permintaan atasan memang agak sulit untuk dilakukan. Contohnya misalnya agan sudah lumayan keteteran untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus kemudian sama atasan agan ditambah lagi beberapa pekerjaan yg harus diselesaikan bersamaan. Gimana menghadapi situasi seperti ini ? Kalo gak diterima ntar agan disangka ga mampu, tapi kalo diterima ntar ada kemungkinan hasilnya tidak maksimal. Karena itu berkata tidak pada atasan memang perlu trik-trik khusus.

Karakter atasan apakah atasan agan termasuk orang yg perhatian terhadap anak buah, atasan agan bisa tahu apakah agan bisa dikasih pekerjaan yg cukup banyak dan dalam waktu bersamaan, atau justru sebaliknya atasan agan tidak perhatian sama bawahan. Kemudian agan harus juga memperhatikan atasan agan apakah orangnya cukup sabar atau sebaliknya mudah marah. Karakter atasan kita akan mempengaruhi bagaimana cara kita berdiskusi dengan atasan termasuk kapan waktu terbaik untuk menyampaikan opini kita.

5. Harus bisa mengukur kemampuan diri
Ini kemampuan yg agan harus kuasai karena penting untuk bisa mencapai cita-cita agan. Dibiasakan sejak usia dini untuk mencoba banyak hal supaya kita bisa tahu kemampuan diri kita sendiri. Orang lain ga akan pernah ada yg tahu hanya diri kita sendiri. Kemampuan ini akan berguna ketika bekerja khususnya jika bekerja dalam tim dan dengan atasan.

Kalau kita diberi beban pekerjaan cukup banyak, memang sebaiknya kita mencoba dulu sampai semaksimal mungkin. Terkadang kita sendiri belum tentu tahu batas kemampuan kita karena itu kita harus terus mencoba.
Nantinya dengan tahu batas kemampuan kita bisa mengatur ekspektasi terhadap diri agan sendiri, atasan, dan rekan kerja.

6. Mengatur ekspektasi atasan
Mengatur ekspektasi kita mulai dengan diri sendiri. Gimana caranya? Ya itu tadi dengan mencoba melakukan banyak hal kita akan Belajar mengukur kemampuan diri sendiri. Dari situ akhirnya kita bisa mengetahui kemampuan diri kita sendiri. Kita harus membiasakan diri untuk mencoba mendorong diri kita melakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin, adakalanya kita merasa tidak bisa padahal kita hanya belum mencoba saja. Jika kita kira-kira bisa tahu kemampuan diri kita, nantinya ketika atasan kita memberikan tugas yg sepertinya tidak masuk akal kita bisa mengatur ekspektasi dia. Misalnya hasilnya tidak akan memenuhi tenggat waktu yg diinginkan akan tetapi kita harus bisa menjelaskan dengan masuk akal dan detail.

Kemampuan mengatur ekspektasi ini sangat penting untuk menghindari terjadinya konflik. Konflik sangat potential terjadi karena kurang komunikasi. Melakukan komunikasi secara rutin mengenai hal-hal apa saya yg dikerjakan khususnya kepada atasan sangat penting sehingga atasan juga mengetahui pekerjaan kita. Sehingga ketika atasan akan menambah beban pekerjaan kita diluar biasanya atasan kita akan berpikir kembali apakah hal tersebut adalah Solusi terbaik atau bukan.

7. Sampaikan opini kita secara terstruktur dan masuk akal
Ketika atasan agan memberikan beban pekerjaan yg diluar biasanya, dengan agan sudah mengetahui kemampuan agan maka agan bisa bikin strategi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Misalnya dengan beban pekerjaan agan sekarang agan merasa sulit untuk bisa ditambah lagi beban kerjanya. Agan bisa sampaikan ke atasan agan bahwa agan sedang mengerjakan beberapa pekerjaan yg tenggat waktu berdekatan. Agan ingin membantu atasan agan, akan tetapi apakah mungkin tenggat waktu ada yg digeser atau Solusi lain misalnya menambah orang yg membantu agan sehingga pekerjaan bisa lebih cepat selesai.
Ane ga menyarankan untuk menolak dari awal karena walau bagaimanapun sebaiknya kita mencoba terlebih dahulu supaya kita sendiri bisa tahu kemampuan kita.

8. Cari win-win solution
Kalau misalnya atasan agan bilang tidak bisa digeser tenggat waktu atau tidak mungkin menambah orang untuk membantu kita, kita sampaikan Solusi lain yg bersifat win-win. Misalnya apakah si A atau si B atau rekan kerja lain yg beda tim bisa membantu penyelesaian pekerjaan ini sehingga bisa memenuhi tenggat waktu yg diinginkan oleh atasan. Atau solusi lain misalnya atasan agan bisa memperpanjang tenggat waktu sehingga agan punya waktu yg cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Kita memang harus berpikir positif. Ketika atasan kita meminta kita untuk mengerjakan pekerjaan yg diluar kewajiban kita artinya atasan kita percaya sama kita. Anggap ini sebagai kesempatan untuk karir melesat lebih jauh jika kita mampu mengerjakannya. Ketika kita berhasil, atasan kita gak akan ragu untuk mempromosikan kita karena kita sudah membuktikan bahwa kita mampu. Tentunya kita harus bisa membuktikan secara berulang-ulang ke atasan kita ga hanya sekali saja.

Sekian dulu tips dari ane. Semoga bermanfaat!

Twitter & Instagram : @mayaarvini
Facebook : Maya Arvini & Career First
www.mayaarvini.com

Sumber: http://www.simbiosyscorp.com/Images/risky-dream-career.jpg

Sumber: http://www.simbiosyscorp.com/Images/risky-dream-career.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *