3 Months “Internship” with Mbak Maya

by Agustin Cahyani

Dikutip dari: 3 Months “Internship” with Mbak Maya

Hai! Akhirnya bisa nyelesaiin tulisan yang satu ini. Sebelumnya mau minta maaf, karena jarang ngepost di blog. Udah balik lagi ke kampus setelah dua setengah bulan magang di Jogja jadi diterpa beberapa tugas dan belum sempet nulis banyak. Buat cerita magang di Jogjanya, coming soon kok. Kali ini aku mau cerita tentang cerita aku “magang” 3 bulan bersama Mbak Maya. Iya, Maya Arvini yang cerita seminarnya sering aku post.

Awal mula dan mengapa…

Jadi Mbak Maya itu dulunya salah satu penerima beasiswa Sampoerna. Nah, aku salah satu anggota KJSB (Koperasi Jasa Siswa Bangsa) yang dulunya juga sempat menerima beasiswa Sampoerna Foundation ketika SMA. Pada suatu hari yang indah, aku dapat email dari pihak KJSB yang menginformasikan bahwa ada lowongan untuk menjadi Kaskus Blogger bersama Mbak Maya. Di emailnya disebutin juga harus ngapain dan benefitnya buat aku apa aja. Mbak Maya is a High achiever dan melihat biografinya, aku langsung tertarik buat daftar. Yang daftar gak cuma aku, ada Aang (Binus University), Ellyza (Binus University), Lia (Sampoerna University), sama Virgi (Trisakti University). Tapi Lia sama Virgi mengundurkan diri di tengah-tengah soalnya mereka ada kegiatan lain yang tidak bisa mereka tinggalkan.

10918930_359234460935769_2971947234880635724_o

Virgi, Aang, Aku, Lia, Mbak Maya, dan Ellyza

Mungkin ada beberapa yang bertanya-tanya kenapa kata “Internship”-nya ada tanda kutipnya. Karena kegiatan ini itu bukan “magang” biasa, gak harus ke kantor atau masuk pagi. Selama magang sama Mbak Maya, nggak seperti judul yang dalam emailnya KJSB, aku nggak hanya jadi kaskus blogger (tugasku dan temen-temen setim adalah membantu Mbak Maya di Kaskus Contributor Project). Aku juga dapat kesempatan buat jadi mentee-nya Mbak Maya. Diajarin dan diceritain macem-macem soal dunia kerja sama bisa curhat dan tanya-tanya langsung ke Mbak Maya. Seru banget! Mbak Maya udah malang melintang di perusahaan-perusahaan ternama selama 15 tahun jadi pengalaman beliau udah banyak banget, mulai dari cerita ketika kuliah sampai dapet kerja dan sering lembur (yang beliau jalani dengan enjoy-enjoy aja karena memang kerjaan sesuai dengan passionnya) sampai beliau jadi GM di Gunung Sewu Group.

Selama “Internship” ini, aku dapet kesempatan buat mendapatkan banyak hal. Baru tahu kalo dunia karir itu banyak ini dan itunya ya dari kegiatan ini. Dulu aku lugu banget, asal pinter ketika sekolah, dunia kerja nanti mengikuti, I have never been so wrong. Being successful takes more than just high score on your academic report card. Oke tanpa lanjut basa-basi, yuk langsung ke cerita aku dapet apa aja.

Diajarin cara ngatur waktu dan jadwal, sopan santun berkomunikasi, dan banyak lagi

Beberapa Minggu pertama “magang”, aku dan teman-teman lainnya sempat gak bisa ngatur waktu, mulai dari beberapa artikel yang terlambat dikirim dan keteteran kegiatan di kampus masing-masing. Akhirnya Mbak Maya turun tangan ngasih tau kami cara pamungkas beliau buat ngatur waktu. Sebelumnya, aku ngatur waktu gak pake jadwal, cuma pake to-do list. Itu gak akan cukup kalo nanti aku masuk dunia kerja. Semua yang dilakukan di satu hari dan beberapa hari ke depan harus dicatet di kalender dan sekalian blok waktunya. Jangan cuma dicatet di to-do list! Kalo numpuk, bakal banyak tugas yang terlupakan.

Aku dan temen-temen setim juga masih cupu soal komunikasi kerjaan lewat chat atau email. Jadi kami masih cupu buat nentuin mana yang harus dikomunikasikan lewat email dan mana yang bisa pakai chat biasa. Kalau perjanjian yang butuh bukti tertulis, pakailah email. Kalau pertanyaan yang enteng-enteng, bisa lewat chat. Dan kalau pakai email, bacalah berulang-ulang dan pastiin file yang mau dikirim sudah di-attach!

Dua hal yang aku sebutin di atas bisa dibilang cuma hal-hal kecil. Tapi, I can assure you, efeknya gede banget. Mbak Maya juga ngajarin hal-hal paling kecil lainnya semacam: bacalah dengan cermat! Entah itu email, chat, atau informasi lainnya. Wejangan ini gak cuma aku dapat dari Mbak Maya lho tapi juga dari Pak Argo, kepala kantor Mitrais yang ada di Jogja waktu hari terakhir magang (magang yang di Jogja). Nah kan, berarti minat baca generasi sekarang memang agak berkurang, ya gak? Padahal kita dapet pengetahuan dan informasi ya dari membaca. Kalau baca-nya gak bener, informasi yang didapat sama yang disebar juga jadi salah kan? So read more people!

“It is what you read when you don’t have to that determines what you will be when you can’t help it.” ― Oscar Wilde

Diajarin cara bikin tulisan yang keren

Selama aku dan temen-temen “magang”, kami diajarin cara nulis yang bagus dan keren. Pertama, selalu pahami calon pembaca kamu. Pembaca kan belum tentu berada di rentang umur atau tingkat pendidikan yang sama dengan kita. Sedih banget kalau ternyata apa yang udah capek-capek kita tulis gak dimengerti sama pembaca kita.

Always start with “why”. Ini gak cuma ketika nulis sih. Semua yang mau dilakuin ya harus di mulai dari mengapa. Alasan-alasan yang kita dapat dari “mengapa” ini yang akan jadi fondasi buat apa yang akan kita lakukan. Begitupun ketika nulis, kenapa pembaca harus mendapat informasi ini? Apa untungnya buat mereka? Alasan kenapa pembaca harus tau informasi tersebut kita masukkan ke tulisan kita.

Menulis bukan sesuatu yang bisa dilakukan last minute. Ketika mau nulis sesuatu, kita harus riset dan nyari bahan. Inspirasi bikin kalimat juga gak serta merta dateng dalam sekejap. Ketika ada deadline nulis, jangan pernah jadi ngerjain mepet deadline! Hasilnya gak akan maksimal dan bagus. Kalau dikampusku (Fasilkom UI), banyak banget tugas yang melibatkan tulis menulis, selain nulis kodingan, kami mahasiswa ilmu komputer juga harus nulis esai atau paper dalam beberapa kesempatan. Nah kalo tugas nulis kayak gini dikerjain deadline, bahayanya adalah kita terpancing buat plagiat. Plagiarisme di Fasilkom itu hukumnya haram banget! Hukuman terberatnya DO. Enaknya “magang” bareng Mbak Maya, aku jadi latihan nulis secara rutin, jadi tugas kuliahku yang berhubungan sama tulis menulis jadi terbantu.

Dapet kesempatan buat ikut seminar dan workshop

Di beberapa Postingan sebelumnya, aku sempet cerita-cerita beberapa seminar dan workshop yang aku datengin kan? Nah, aku dapet akses ke seminar-seminar itu karena Mbak Maya. Berasa spesial, soalnya gak perlu regis, ehehe. Seminar dan workshop yang aku Post itu seminar di Bhinneka.com dan Workshop yang diadakan KJSB. Sebenarnya, aku juga ikut beberapa seminar lain tapi gak aku post. Beberapa yang aku inget itu Meet The Expert-nya Kaskus, MT Star-nya Danone, Talkshow di Radio Universitas Budi Luhur, Public Speaking Class bersama Akademi Berbagi (ketemu Mas Prabu Revolusi! Ehehe…), dan yang pertama banget itu acara Career Festival yang diadakan FEB UI. Oiya, aku nyebutinya gak urut ya. 😀

11214110_391711934354688_2353908422487998434_n

Aku, Aang, dan Mbak Maya di MT Star Danone

Dapet wejangan, cerita soal dunia kerja

Seperti yang aku sebutin sebelumnya, aku dapat kesempatan buat jadi mentee-nya Mbak Maya. Selama masa “magang” ini, sama Mbak Maya sering diajak kumpul, misalnya setelah seminar atau weekend. Ketika kumpul, aku dan temen-temen setim bebas nanya apa aja ke Mbak Maya. Seringnya sih, kami nanya-nanya soal karir karena sebagian besar dari kami waktu itu mau magang, dan akunya sendiri mau lulus (Aamiiin ya Allah :D). Mbak Maya share yang beliau alami ketika meniti karir. Kami juga dikasih beberapa masukkan tentang dunia karir, apa aja yang sebaiknya dilakukan dan apa yang enggak.

Most of All, aku dapet seorang panutan

Selain dapet wejangan dan cerita secara eksplisit dari Mbak Maya, aku juga dapat beberapa hal yang aku pelajari dari seorang Maya Arvini. Salah satu yang paling aku lihat adalah Mbak Maya ini adalah orang yang suka menebar energi positif. Beliau selalu menyemangati orang-orang disekitarnya apalagi yang ada timnya. Mbak Maya ini juga selalu menghormati orang lain dan gak segan-segan membantu teman-temannya yang butuh bantuan. Karena sifat beliau yang satu ini, beliau punya banyak banget teman. Temennya juga gak sembarangan, ada Billy Boen (CEO Young On Top), Andrew Darwis (pendirinya Kaskus), Pak Rhenald Khasali (Guru Besar UI), Pak Yos Rifanto (GM-nya Bhinneka.com) dan masih banyak lagi.

Mbak Maya punya hobi buat membagi ilmu dan aku salut banget sama Mbak Maya. Di antara banyak kegiatan beliau yang super padat, beliau masih menyempatkan diri buat jadi mentor, ngisi seminar, nulis artikel, dan bahkan nulis buku. Banyak banget hal yang bisa aku teladani dari Mbak Maya dan aku sangat bersyukur bisa mengenal beliau lewat “magang” ini.

Selain hal-hal yang aku sebutin di atas, masih banyak lagi yang aku dapet dari ikut kegiatan ini cuman gak bisa aku sebutin satu-satu. Oiya, aku juga dapet buku Career First dan beberapa gimmick-nya. Ehehe…

DSC02926_with_quote_cropped1

Quote favoritku dari buku Career First.

Sekian dulu ceritaku kali ini. See you on my next post! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *