Seminar “Leading with Integrity” Bareng Maya Arvini di kampus STAN Jakarta

by Novi Retno

Dikutip dari: Seminar “Leading with Integrity” Bareng Mbak Maya

Haii, sorry lama ga nulis di blog. Selama gabung jadi timnya Mbak Maya bakalan sering nulis kok. Jadi ceritanya nih selama beberapa bulan ke depan aku ikutan program internship buat jadi blogger di kaskus sama 4 teman yang lain. Terus kalo ada seminar-seminar yang pembicaranya Mbak Maya aku ikut dan bagi-bagi tugas sama 4 temanku itu. Ada yang kebagian nulis blog, live tweet, dan fotografer. Selama ini enjoy aja sih, banyak dapat pengalaman baru dan belajar banyak banget. Terus bisa ikutan acara seminar gratis lagi, kan lumayan. Hehe. Btw, sebelum ngomong panjang-lebar, uda pada tau Mbak Maya belum? Wah parah deh kalo ga tau. Beliau itu penulis buku “Career First” yang juga punya pengalaman kerja di IBM dan Micosoft, sekarang jadi General Manager di Gunung Sewu Group. Buat lebih jelasnya, yuk langsung aja intip profilnya disini.

Poster Seminar YOT di STAN

     Poster Seminar YOT di STAN

Sabtu tanggal 25 kemarin aku ikutan acaranya YOT (Young on Top) Catalyst tentang “Leading with Integrity” di STAN. Lumayan banyak pesertanya, ada 481 orang. Kebanyakan anak-anak STAN jurusan pajak sih yang ikut. Kalo diliat dari temanya, berasa berat ya. Tentang integritas. Setauku integritas itu ya tentang kejujuran, pokoknya jujur biar hasil melakukan apapun itu maksimal. Nah, waktu dengerin seminarnya Mbak Maya di acara itu, ada yang menarik tentang integritas mulai dari artinya sampe contoh-contohnya. Baca sharingku berikut ya.

“Acting with honesty – Doing the right thing even when nobody is watching” – C.S. Lewis

Kalimatnya simpel tapi langsung ngena gitu rasanya. Menurutku, lumayan susah itu ngelakuinnya. Ga bisa dipungkiri, kebanyakan orang suka dipuji dan nganggap pujian itu sebagai reward selesai ngelakuin something. Apalagi aku yang agak gila pujian haha. Bercanda lah, cuma buat some cases aja. Ga semua yang aku lakuin minta dipuji orang lain kok.

Kalo ngomongin contoh nih, Mbak Maya sempat bilang keteguhan buat tidak menyontek itu contoh paling sederhana dari integritas. Ini biasanya berlaku buat mereka yang ga punya cukup rasa percaya diri dan ambisius buat dapat nilai bagus. Alhasil, terbentuk curiosity buat tau jawaban teman, tengok kanan kiri atau bahkan buka buku. Sebenarnya menyontek itu salah satu bentuk kreativitas lho dan butuh keahlian. Semakin sering seseorang menyontek, semakin mahir dia buat copy paste jawaban teman. Tapi ini contoh buruk yang akan membentuk kepribadian kita menjadi orang yang tidak kredibel atau tidak bisa dipercaya untuk menyelesaikan proyek tertentu.

Mbak Maya lagi presentasi di depan 481 peserta

Mbak Maya lagi presentasi di depan 481 peserta

Kalo merefleksikan dari pengalamnnya Mbak Maya, aku salut deh. Beliau sudah belajar tentang integritas dari kecil. Sewaktu SD pun beliau ga pernah nyontek, hingga lulus kuliah juga tetap bebas dari perilaku menyontek. Padahal ujian itu godaannya besar banget, apalagi buat masa-masa SD-SMP. Masa-masa labil. Contekan tuh dimana-mana, banyak yang nawarin dan peluang sangat mendukung. Tapi disitulah kadar integritas seseorang diuji. Dan Mbak Maya merupakan salah satu orang yang sukses dari ujian integritas level masa sekolah.

Mbak Maya meyakini bahwa 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh persiapan. Makanya sejak SD beliau selalu berusaha untuk mempersiapkan ujian dengan baik; mulai dari mencicil belajar tiap bidang studi dari jauh-jauh hari sebelum ujian dan menghindari sks (sistem kebut semalam) tiap kali bikin tugas. Dengan persiapan yang matang tersebut Mbak Maya bisa lulus ujian dengan hanya mengandalkan kemampuannya sendiri, tanpa pernah copy paste jawaban teman-temannya. Alhasil, kebiasaan yang mulai dipupuk sejak SD itu dibawa sampai ke dunia kerja; beliau menjadi pribadi yang disiplin dan memegang teguh integritas dalam pencapaian kesuksesan berkariernya.

Hal yang perlu kita pelajari dari pribadi Mbak Maya adalah kita harus membiasakan diri untuk selalu berperilaku jujur dimulai sejak dini. Selama kita mau, kita tentu berpeluang untuk menyontek saat ujian sekolah. Tapi coba bayangkan waktu tes kerja entah itu tes psikologi atau logika, siapa yang mau bantu? Menyontek sih masih ujian integritas yang sangat sederhana, ujian integritasnya di dunia kerja akan jauh lebih sulit. Apalagi waktu ngomongin masalah politik kantor. Duh, ga akan ada habisnya. Jadi, kalo menyontek aja masih sering kita lakukan, itu artinya kita belum lulus ujian integritas di level yang paling bawah. Gimana mau maju dan lulus di level ujian integritas selanjutnya? Mari kita renungkan!

Lalu, sebenarnya apa sih hubungan integritas sama karier? Jadi integritas itu penting buat menentukan long-term success karier kita. Banyak kejadian orang yang sukses mendadak, jadi manajer karena pake cara negatif misal kiss ass (menjilat) dan backstab (menusuk dari belakang/berkhianat). Tipe kesuksesan yang instan kaya gitu biasanya ga akan bertahan lama. Mereka yang memilih sukses dengan cara negatif akan terseleksi sama lingkungan dengan sendirinya karena dia sebenarnya belum pantas dan tidak cukup kompeten untuk mengisi jabatan tinggi tertentu.

Daripada kita ngikutin cara-cara negatif itu, mending simak tips meraih long-term success yang dikasi Mbak Maya waktu seminar kemarin. Chekidot!

Serius tapi kece: Mbak Maya lagi menyampaikan materi seminarnya

Serius tapi kece: Mbak Maya lagi menyampaikan materi seminarnya

1. Belief

Belief disini bukan berarti kepercayaan yang lebih merujuk ke agama ya. Tapi maksudnya prinsip atau idealisme kita. Dalam hidup, prinsip jadi sangat penting sebagai dasar melakukan apapun. Bahkan bisa dijadikan rules pribadi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dan belief ini harus mulai kita biasakan sejak kecil sehingga orangtua punya peran penting dalam memupuk prinsip tersebut. Contohnya, waktu aku kecil orangtua selalu bilang, “Jangan pernah takut pergi sendirian selama kita masih punya mulut untuk bertanya kepada orang lain.” Nasihat ini selalu kupegang sampai sekarang sehingga aku terbentuk menjadi pribadi yang cukup mandiri, ga selalu minta ditemani orang lain saat mau bepergian kemanapun. Dengan kata lain, aku memegang teguh prinsip keberanian dalam hidup. Tentu orangtua kita berbeda dalam mengajarkan belief ini. Tapi apapun nasihat mereka, asal baik, jangan ragu-ragu untuk diterapkan ya.

2. Goals

Manusia yang ga punya goals itu kayak zombie deh. Kerjaannya Cuma lontang-lantung ga jelas cari mangsa, kalo uda kenyang ya uda deh ga ada kegiatan lain. Paling nunggu lapar lagi, terus cari mangsa lagi. Gitu aja hidupnya, hanya bertujuan untuk cari kekenyangan. Bosan kan ya? Begitu juga orang yang ga punya goals dalam hidup. Goals itu sangat penting sebagai driver hidup kita. Selama kita punya goal, kita akan bisa menentukan target-target setiap harinya buat mencapai goal itu. Kitapun akan termotivasi untuk selalu melakukan hal positif yang mendekatkan kita pada goal itu sendiri.

Contoh sederhananya saat aku pengen menang lomba speech di kompetisi tertentu. Keinginan itu memotivasiku buat belajar bahasa Inggris secara otodidak setiap harinya. Terus tiap kali ada tugas presentasi di kelas aku mempersiapkannya dengan matang biar bisa menyampaikan presentasi layaknya orang yang uda profesional. Dan nonton video youtube, latihan sama lecturer, atau nonton film buat melatih skill speech ku. Jadi ada target-target tertentu disertai timeline untuk mencapai goalku itu. Alhasil, apapun yang aku lakukan jadi lebih terarah dan jelas. Dengan persiapan-persiapan itu tentu akan mendekatkanku untuk mencapai goalku, yaitu menang dalam lomba speech. Tentu kita punya goal masing-masing bukan? Jadi mari tentukan steps untuk meraihnya.

Senyum semangat: Mbak Maya lagi nerima kenang-kenangan dari pihak YOT Catalyst

Senyum semangat: Mbak Maya lagi nerima kenang-kenangan dari pihak YOT Catalyst

3. Surrounding

Jangan sampe jadi individualis ye? Sharing is caring loh, pada setuju kan? Ga usah sungkan untuk berbagi dan perhatian sama lingkungan sekitar. Kita itu makhluk sosial, ga bakalan bisa hidup sendiri. Senengnya aku mulai termotivasi buat peduli sesama sejak SMA. Waktu itu ada program Community Service yang jadi program wajib di sekolah. Jadi berasa ada tuntutan gitu saat ngelakuinnya. Pas community service banyak banget kegiatan yang aku lakukan, mulai dari ngajar pelajaran anak SD, mengolah sampah organik jadi kompos, ngajarin tari tradisional anak MI, dan bersosialisasi langsung sama pengamen jalanan di Kota Malang.

Awalnya berasa beban sih, tapi ujung-ujungnya malah bikin nagih. Mulai dari awal kuliah pun aku terus ngelakuin community service ini. Sekarang aku jadi tutor buat anak-anak pemulung di daerah sekitar tempat kos. Aku ngajar pelajaran seperti waktu SMA dulu, terus ngajarin keterampilan, ngarahin mereka biar punya confidence meski berasal dari keluarga pemulung, dan memupuk nilai-nilai religius terutama Islam. Jadi aku gabung sama komunitas volunteer gitu, namanya Madani Community.

Mungkin sebagian besar orang merasa susah buat mengedukasi anak-anak pemulung karena lingkungan bahkan mindset orangtua merekapun sulit diubah. Sebagian besar dari pemulung-pemulung itu berpikir  bahwa kekurangan finansial adalah takdir yang sangat sulit diubah. Tapi ga ada salahnya kok buat mendidik anak-anak mereka biar ga punya mindset yang sama. Jujur, memang susah ngelakuinnya dan ga ada satu orang pun yang bisa menjamin 100% anak pemulung akan hidup lebih baik daripada orangtuanya. Tapi kalo buat aku sendiri, selama ada celah buat mengedukasi anak-anak tersebut kita harus mendidik mereka. Kan ga da yang tau kalo salah satu dari anak pemulung itu akan lebih sukses dari kita di masa depan. Maksudnya, jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk berbagi dengan orang lain di sekitar kita. Meski saat ini kita terlihat sangatlah tidak membutuhkan mereka, tapi ingat! Selama kita hidup akan selalu ada kemungkinan bahwa suatu saat kita akan membutuhkan bantuan mereka.

4. Remember: No Short Cut!

Banyak yang bilang, nikmati proses bukan hanya fokus pada hasil. Selama kita ambisius sama hasil, perjuangan ga akan ada artinya. Coba kalau ditakdirkan gagal, bisa ngebayangin ga apa yang bakalan kita lakukan? Stres berat mungkin atau malah suicide. Idiih.. jangan sampe lah ya.

Jadi di poin ini yang perlu kita ingat adalah  there is no shortcut for success. Kalo suksesnya instan, apalagi pake cara-cara yang negatif pasti ga akan bertahan lama kok karena kredibilitas orang yang kaya gitu sebenarnya NOL. Makanya ga perlu fokus mikirin orang lain, dibuat sibuk mikirin karier pribadi aja. Pokoknya harus PEDE sama kemampuan diri sendiri. Selama kita terus iri, fokus kita akan terbuang percuma dan ga akan menghasilkan apapun termasuk buat ngembangin potensi diri sendiri. Bener kata Mbak Maya, ga perlu sibuk mikirin orang lain tapi fokus saja pada diri sendiri. Soalnya emang ga akan ada habisnya kalo mikirin orang lain terus. Cuma buang-buang waktu aja. Jadi, yuk fokus sama diri sendiri. Tapi jangan sampe terlalu fokus dan ga peduli sama lingkungan sekitar loh ya. Harus tetap peka sama sekitar kita. Yang penting buat masalah karier, selama yang kita lakuin benar dan sesuai aturan, maju aja terus jangan sampe tergoyah. Semangat! Yuk sama-sama belajar buat jadi orang yang punya integritas tinggi!

Itu aku sama my beloved team lagi foto sama Mbak Maya hehe

Itu aku sama my beloved team lagi foto sama Mbak Maya hehe

Integrity is a choice. It is consistently choosing the purity of truth over popularity.” – Byrd Baggett

Sekian dulu sharingnya. Makasi ya uda mau baca. See you :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *