Seize Your Bright Future Now!

Dikutip dari Seize Your Bright Future Now!

Hai all, akhirnya aku bisa nyelesain tulisan ini walaupun sedang diterpa badai tugas. Kali ini aku bakal cerita tentang seminar yang aku ikutin, judulnya “Seize Your Bright Future Now!”. Seminarnya diisi oleh Mbak Maya, mentor aku yang juga penulis buku Career First. Masih penasaran dengan Mbak Maya, kepoin aja profil dan tulisan beliau di MayaArvini.com dan kaskus di link ini ya. Seminarnya diadain di Kampus C, Universitas Trisakti. Yuk langsung ke cerita apa yang aku dapet dari seminar tersebut.

Poster Seminar Seize Your Bright Future Now

Poster Seminar Seize Your Bright Future Now

Judul Seminarnya Seize Your Bright Future Now. Nah, apa sih Bright Future?

Bright future erat dikaitkan dengan sukses. Sukses untuk tiap orang-orang beda. Yang penting kamu tahu apa yang kamu mau, jangan kebawa orang. Nah, sukses itu yang pasti butuh waktu dan kalo pengen sukses banyak banget faktor yang menentukan. Dalam seminar kali ini, Mbak Maya bakal menjabarkan beberapa faktor yang menentukkan kesuksesan dan apa saja yang bisa kamu lakukan selagi jadi mahasiswa yang bisa menunjang kesuksesan kamu.

Definisi sukses beda-beda, ada yang penting bisa hidup santai, jadi orang kaya, jadi orang terkenal, jadi entrepreneur, jadi ahli suatu bidang, ada yang tujuannya mulia yaitu social impact, dan yang terakhir status. Sukses definisiku adalah ketika aku jadi orang kaya, baik kaya secara materi maupun non-materi. Kenapa aku pengen jadi orang kaya? Supaya aku bisa ngasih lebih buat orang-orang disekitarku. Apapun definisi sukses kamu, sukses itu yang pasti butuh waktu dan butuh motivasi yang datengnya dari diri sendiri. Mbak Maya dari kecil gak perlu dipecut buat belajar, gak kayak aku. Waktu masih kecil, kadang mami suka pusing buat nyuruh aku belajar. Tapi seiring dengan bertambahnya umur dan pengalaman, aku jadi anak yang termasuk high motivated dan mandiri. Apalagi ketika SMA aku masuk Sampoerna Academy (SA) yang sistemnya asrama jadi dari SMA udah jauh dari orang tua. Hidup bareng anak-anak SA ini yang berkontribusi besar buat bikin aku jadi orang yang high-motivated dan mandiri.

Kerja harus sesuai jurusan? Nggak juga kok.

Banyak temen-temen aku yang galau kalau kerja harus sesuai jurusan atau enggak. Waktu Mbak Maya S1, beliau kuliah di dua fakultas lho, pertanian sama ekonomi. Di fakultas pertanian, Mbak Maya ngambil jurusan agribisnis. Beliau gak terlalu suka jurusan agribisnis ini tapi karena Mbak Maya orangnya commit, beliau tetep menyelesaikan kuliah tersebut dan hasilnya adalah beliau lulus dengan predikat cum laude di dua jurusan tersebut. Mbak Maya juga jadi lulusan terbaik Manajemen UI ketika beliau lulus kuliah S2. Mbak Maya bilang banyak hal yang bisa dipelajari di dunia ini jadi gak perlu khawatir mau kerja yang sesuai sama jurusan atau enggak, yang penting kitanya commit.

Fokus ke hal-hal yang bisa kamu control

Kadang kita mengalami sesuatu yang gak sesuai dengan harapan kita terus kita nyesel banget sampai gak semangat ngerjain kerjaan yang lain. Jangan sampai kayak gini ya. Kita harus fokus ke hal-hal yang bisa kita kontrol. Hal yang udah kejadian, udah gak bisa control lagi, mending kita bangkit buat ngerjain kerjaan selanjutnya, ya gak?

Road to success is not a sprint, it is a marathon

Yup, sukses butuh waktu yang gak sebentar dan bakal banyak rintangannya makanya kita harus jaga stamina dan semangat. Kadang kalau ada cobaan, kita ngerasa down banget. Cara aku supaya gak down lagi adalah ngeliat apa aja yang udah aku capai. Udah sejauh ini masa’ mau nyerah? Atau cara yang paling ampuh sih curhat habis sholat atau curhat sama mami.

“Success is going from failure to failure without losing enthusiasm.” – Winston Churchill

IPK penting gak sih?

Banyak temen-temen yang ribut soal IPK itu penting atau gak penting. Gak jarang juga aku denger orang ngomong IPK itu gak penting yang penting itu ilmu yang didapat. Jangan salah, IPK itu penting ketika mau ngelamar kerja kecuali kamu bikin usaha sendiri. Lagian kalau kamu dapat ilmunya, IPK juga harusnya bagus. Walaupun IPK penting, ada yang lebih penting lagi, yaitu menyeimbangkan IQ, EQ, SQ, CQ, and AQ (Adversity Quotient). Nah, 5 hal ini nih yang masih perlu aku seimbangkan lagi. Aku pernah ngambil tes buat ngecek EQ (Emotional Quotient) dan ada beberapa hal yang harus aku tingkatin.

Aktif Organisasi

Banyak skill yang akan terasah dari aktif organisasi. Kesempatan networking. Dari kecil, Mbak Maya aktif organisasi. Mulai dari cerdas cermat, pramuka, sampai modern dance. Ketika kuliah, Mbak Maya aktif di senat, himpunan mahasiswa, sama koperasi mahasiswa Unpad. Waktu itu, kopma unpad omsetnya gede lho, bisa sampai 3 miliar. Kalau aku senengnya ikut kepanitiaan, gak beda jauh sama organisasi. Banyak banget skill yang terasah. Mulai dari kerjasama tim sampai organisasi dokumen (aku pernah jadi sekretaris umum suatu kepanitiaan). Seru banget lho! Banyak banget hal-hal yang bikin pusing mulai dari masalah duit jadi harus wara-wiri bantu sponsorship, kekurangan alat-alat, ada anggota yang sakit jadi per orang bisa megang kerjaaan dobel, dll. Tapi ketika acara yang dibikin sukses dan meriah, rasanya super seneng pake banget!

Foto bareng habis bidding kepanitiaan CGT (Computers Get Together) :D

Foto bareng habis bidding kepanitiaan CGT (Computers Get Together) :D

Ikut Internship, kenapa?

Selain aktif organisasi, sangat banget disarankan buat ikut internship atau magang. Magang adalah kesempatan buat apply ilmu yang didapat ke dunia nyata dan belajar banyak hal tentang dunia kerja. Kalau di fakultasku, magang termasuk salah satu kewajiban mata kuliah kerja praktik. Aku pernah magang 2 kali selama kuliah, waktu tahun kedua di Sanofi Aventis jadi IS Intern bantu-bantu Database Specialist sama waktu tahun ketiga di Mitrais Yogyakarta di bagian Software Development R&D. Cerita internship di Mitrais bisa dibaca di sini ya.

Communication dan interpersonal skill

Ketika kamu aktif organisasi, kamu banyak melatih communication dan interpersonal skill kamu. Atau ketika kamu sedang kerja kelompok, kamu juga harus punya kemampuan komunikasi yang bagus supaya hasil kerja kelompokmu memuaskan. Sering banget kejadian ketika kerja tim ada yang gak beres gara-gara miskom. Kemampuan komunikasi bukan sesuatu yang bisa dipelajari dengan teori. Kita harus sering-sering praktik. Makin sering komunikasi dengan orang baru, makin terlatih buat komunikasi. Kemampuan komunikasi berkaitan erat dengan interpersonal skill (enak diajak ngobrol). Interpersonal skill ini penting untuk menunjang kesuksesan.

Time and task management

Mbak Maya udah terlatih gara-gara waktu kuliah S1 ngambil 2 jurusan. Jadinya beliau udah ahli time sama task management. Salah satu tips dari beliau buat cara ngatur waktu bisa dilihat di thread kaskus ini. Ampuh lho! Aku sendiri udah coba. Kadang masih keteteran sih, tapi udah berkurang jauh dibanding yang sebelum-sebelumnya. Time and task management itu penting banget. Sebagian besar dari sumber pusing dan stressku itu gara-gara gak bisa ngatur waktu. Jadi biar stressnya berkurang, aku harus pinter-pinter ngatur waktu.

Confident alias PeDe

Percaya diri perlu diasah, tapi jangan terlalu pede. Waktu di IBM, Microsoft, Mbak Maya ketemu dengan banyak orang penting, mulai dari direktur perusahaan, owner, dsb. Mbak Maya juga sering pers conference dengan rekan-rekan wartawan. Jadinya pedenya terlatih. Waktu ikut seminar ini aku lihat Mbak Maya pede-nya keren banget jadinya kami peserta seminar bener-bener merhatiin beliau. Kalau soal pede nih, aku lumayan pede buat presentasi di kelas atau ngutarain ide aku di forum tapi kadang agak grogi kalau disuruh tampil di depan banyak orang. Semoga aku bisa melatih hal tersebut biar aku bisa ngutarain ide aku dengan lebih baik lagi.

“It is confidence in our bodies, minds, and spirits that allows us to keep looking for new adventures.” – Oprah Winfrey

Mbak Maya bersama Ibu Rima, Wakil Ketua Jurusan STMK Trisakti

Mbak Maya bersama Ibu Rima, Wakil Ketua Jurusan STMK Trisakti

Sekian dulu sharing aku kali ini ya! See you on my next post 😀

Leave a Reply

%d bloggers like this: